Nggak Jadi Jualan Kerudung Bayi Usai Baca Artikel ini.

By on 1-21-2011 in Personal

Sudah beberapa hari ini saya update banget dengan kerudung bayi yang super-unyu dan lagi modelnya warni-warni bermotif dan lain dari yang lain. Yang pada intinya, *saya bermaksud menawarkan kerudung bayi unyu tersebut ke temen-temen.

Tapi baru saja saya menemukan tulisan yang sepertinya membuat saya berpikir ulang :D .. (*lebih tepatnya terlalu banyak berpikir daripada bertindak!*) makanya nggak kesampean tho?!.

ini artikel copas nya,

DIWAJIBKAN BERHIJAB BUKANLAH UNTUK MENGGANTIKAN GAYA/AKSESORIS RAMBUT

Hijab merupakan bagian dari syari’at yang penting untuk dilaksanakan oleh seorang muslimah. Ia bukanlah sekedar identitas atau menjadi hiasan semata dan juga bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk menjalankan aktivitas kehidupannya.

Menggunakan hijab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah WAJIB dilakukan oleh setiap muslimah, sama seperti ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa yang diwajibkan bagi setiap muslim. Ia bukanlah kewajiban terpisah dikarenakan kondisi daerah seperti dikatakan sebagian orang (karena Arab itu berdebu, panas dan sebagainya). Ia juga bukan kewajiban untuk kalangan tertentu (yang sudah naik haji atau anak pesantren).

Bila tujuan berhijab adalah menutup aurat (perhiasan), lalu mengapa menggantinya dengan penutup/pakaian yang menyerupai aurat/perhiasan dalam warna warni indah?

Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:
“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)

Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah).

Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam, keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab sesuai syariat, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala T___T

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:

“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”

Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)

Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah

Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.

Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.

Allah berfirman:
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:

-Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
-Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.
-Berjalan dengan dibuat-buat.
-Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.
-Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.

“Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31)

Perhatikan….

Kalau Allah melarang menghentakkan kaki agar orang tau perhiasan yang TERSEMBUNYI….lalu bagaimana lagi dengan perhiasan yang di zaman sekarang ini justru dipamerkan?? Allaahul musta’an

Wallahua’lam

[berbagai sumber ahlussunnah]

Incoming search terms:

Putih

By on 1-21-2011 in Personal

Saya suka warna putih, segala bentuk barang warna putih saya suka. Tapi lain lagi suami. Beliau cenderung punya banyak koleksi warna hitam (*terutama kaos oblong hitam). Dan baru beberapa waktu kemaren suami ada aja ide anehnya. Bikin kaos oblong putih cuma sebiji, kayak gini nih :

(more…)

Incoming search terms:

Nasehat Untuk Istri

By on 1-21-2011 in Personal

Anas berkata, “Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya.

***

Ummu Humaid berkata, “Para wanita Madinah, jika hendak menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, pertama-tama mereka datang kepada ‘Aisyah dan memasukkannya di hadapannya, lalu dia meletakkan tangannya di atas kepalanya seraya mendo’akannya dan memerintahkannya agar bertakwa kepada Allah serta memenuhi hak suami”[1]

***

(more…)

Incoming search terms:

ilk görüste ask (18/03/2011)

By on 1-21-2011 in Personal

Tak akan ada bisikan mesra “Met Ultah/ Met Milad/ pun Heppy BirthDay” malam ini, abi sayang…

Bukan berarti diri ini tak perhatian padamu.

Bukan pula karena tak mempedulikan hari lahirmu..

ataupun melupakan sejarah kelahiranmu…

tapi…

(more…)

Incoming search terms:

Bicara

By on 1-21-2011 in Personal

Alangkah menyenangkan bukan, ketika kita terlanjur melakukan kesalahan, tapi kenyataannya kita disodori sebuah senyuman. Jujur saja,  “umumnya” orang akan merespon kesalahan kita dengan ekspresi kemarahan, kekecewaan, sampai-sampai sindiran dan makian terdengar panas di telinga.

Alangkah menawannya ketika seorang istri yang melepas kepergian suami untuk mengais rejeki di pagi hari, kemudian ia berpesan pada sang suami, ”Ingat, jauhkan kami dari makanan yang haram, lebih baik makan apa adanya, daripada makanan lezat membawa laknat”.

(more…)

Incoming search terms: