Cerita : Detik-detik Proses Persalinan Normal

Pyookk….!!

yah singkat cerita, perkiraan hari persalinan bisa diprediksi, HPL bulan desember.  Tapi saat ku sadari, ketuban pecah lebih dini.

Tepat pagi hari 11.11.2011 sekitar waktu sebelum subuh, tergagap bangun.

“Abii,,,, Abiii…. ”

cuma bisa merengek!,

Segera meluncur ke Rumah Sakit. Sudah kalut,makin tambah tegang.

Adzan subuh berkumandang,suasana Rumah Sakit bagian administrasi depan begitu sepi. Tak satupun orang. Ternyata mereka ada di dalam.

Masih menahan rasa kontraksi, terbaring di sudut ruang.

“MasyaAlloh..hanya ada dokter laki-laki!.”

Segera Abi- request untuk dokter persalinan perempuan.

“Masih menunggu, baru di telponkan.” kata salah seorang perawat.

(otak-ku mulai galau, harap-harap cemas…moga persalinan ini dengan dokter perempuan (!_!)*)

+++

Kontraksi semakin menjadi….

Masuk ke ruang persalinan… diukur tensi, denyut janin, masih diinterogasi perawat terkait riwayat penyakit(*banyak yang ku jawab dengan kalimat : tidak ada*), diambil darahnya, disuntik antibiotik(*ntah apa namanya)

lagi-lagi ketemu jarum suntik.

musti dikasih obat penguat paru-paru

“Demi si kecil miii…”, kata suami yang mencoba membujukku.

di suntik dua jenis…

kata perawat, “ini di tes dulu,nanti kalo gatal-iritasi ya ganti obat.”

what!!!.. masyaALLOH..jangan ganti obat, masak disuntik lagi.

(*ntah berapa cc cairan itu masuk ke dalam tubuhku*)

alhamdulillah gak ada tanda-tanda alergi obat. gak ada bercak di kulit ataupun gatal-gatal.

+++

Kontraksi makin menjadi..

yakk…pembukaan tujuh, delapan

disinilah saat-saat suami betul-betul membuatku semakin tenang,meski tangannya jadi korban akibat cengkraman tanganku saat ingin mengejan.

Kondisi semakin ingin mengejan tapi masih harus ditahan, karena belum genap pembukaan. (*ini yang kurasakan seperti ingin pups, tapi musti ngenahan…*)

Saat seperti ini, nafas serasa sulit, maka kenapa begitu besarnya peran suami untuk mengingatkan,

“tarik nafas dalam,hembuskan pelan…..”

Mataku terpejam, hanya suara suami yang coba aku dengar, tapi kenyataannya para perawat yang ada di sekitarku sengaja membuat suasana berisik, gaduh dengan obrolan-obrolan mereka.

(*Sungguh, dalam hatiku pun sebetulnya agak kesal dengan suara gaduh tersebut*).

dan ternyata hal tersebut memang mereka sengaja!!

untuk mencairkan suasana katanya…. (@_@)

+++

Masih bisa tersenyum (*menghibur diri sendiri*) saat bidan sesekali mengecek denyut jantung si kecil

“itu de’de mii….”,bisik suami.

seketika rasa sakit mulas hilang sebentar, yang ada dalam pikiranku hanya membayangkan sebentar lagi aku akan jadi ibu…

+++

Semakin terasa kontraksi yang luarbiasa,dan rasanya aku tak sanggup menahan untuk tidak mengejan..

Allohuakbar…

laa khaula walaa kuwata illa billah…

+++

ibu sesekali mengusap dahiku dengan tisu basah.(*makin merasa tenang, ada ibu,ada suami disampingku*)

+++

Masa-masa kehamilan kemaren sempat membaca banyak artikel, informasi bagaimana persiapan melahirkan. Tetap saja, teori tetaplaj teori. Prakteknya?….

humm butuh seseorang yang mengingatkan. Siapa lagi kalau bukan sang suami..?!

“Ndak usah nangis mii….” Suami coba mengingatkanku, karena saat itu aku benar-benar harus menahan kontraksi hebat.

dan aku pun cuma meringiss.

Untuk sekedar tarik nafas dalam-dalam,kemudian dihembuskan pelan-pelanpun agak kesulitan. Tapi lumayan juga dengan banyak membaca artikel sebelumnya

jadi setengah-setengah masih nyadar diri.

+++

Yakss…pembukaan ke sepuluh

ini saat yang ditunggu…

Subhanallah…dan tepat waktu itu dokter perempuan datang, siap mendampingiku..

ahaa…..alhamdulillah…

proses yang kurasa begitu singkat, hanya beberapa jam proses persalinan yang mengesankan.

+++

Mungkin saja setiap calon ibu memiliki pengalaman proses persalinan yang berbeda-beda. Sama halnya dengan proses kehamilan setiap orang pun berbeda.

dan inilah pengalamanku dalam proses persalinan pertama..

+++

Alhamdulillah…

Hafsah Azzakiyah putri kecilku terlahir, normal. Segala rasa tumpahruah.

Tak sempat terpikirkan si mungil bakal terlahir di tanggal yang kata orang istimewa, 11.11.2011. Tak ayal, media cetak sempat memuat berita tentang kelahiran di tanggal istimewa tersebut.

dan seru nya lagi…

waktu kontrol cek up si mungil pertama, di bagian tumbuh kembang anak ketemu dengan salah seorang ibu yang juga melahirkan di tanggal dan di rumah sakit yang sama.

Jadilah kami ngobrol bersama…

+++

 

 

 

 

 

 

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *