Hari ini di dalam kamar sendiri, aku berpikir ternyata kehadiran suami di sisi benar-benar sangat berarti. Baru juga ditinggal sebentar buat jaga ronda. Ada bunyi gledek-gledek di atap rumah (*biasanya sih kucing tetangga.) rasanya tegang, kagak karuan.Ya ALLOH, kenapa aku jadi seorang penakut gini?. Bukankah ENGKAU lebih dekat denganku ketimbang orang terdekat yang kukenal sekalipun??.
Baru saja, nasi lengkap dengan lele goreng + sambalnya telah lahap ku makan. Tentu masih ada separoh bagian yang sebelum makan, ku sisihkan. Untuk seseorang yang akan pulang jaga ronda. Meski sebetulnya ia sengaja membelikan hanya untukku saja. Di tempat penjual, hanya tersisi sebuah jagung manis rebus. Nikmatnya makan dibagi dua. dan lagi, masih tergeletak 2 bungkus es krim kemaren malam lupa, ketiduran sampai pagi belum dimakan. Aku tersenyum. Tapi, tadi siang-pun dibelikan lagi eskrim yang baru. Ada saja kejutan disetiap harinya. Terkadang, hal-hal sepele seperti ini tak begitu kuhiraukan. Tapi kini, aku merasakan…
Kebahagiaan yang sungguh tak bisa terungkap lewat kata-kata. Suami adalah anugerah dari MU ya ALLOH.. seorang suami yang senantiasa bersabar hingga kini bersama melewati hari-hari. Suami yang selalu bersikap lembut, santun. Tak bisa ku ungkapkan rasa syukur ini, betapa kuasa-NYA ALLOH mempertemukan kami.
Teringat lagi, kebiasaanku sebelum tidur adalah mengoceh, cerita apa saja yang sedang ada dalam pikiranku kepadanya. dan tak pernah bosannya ia mendengarkan, menanggapi hingga terbentuk diskusi kecil diantara kami. kemudian, aku pun pulas. Tengah malam, tak jarang aku terbangun, merengek kehausan. segelas air putih ia sodorkan. Saat ku bangun, ia sambut dengan sebuah senyuman. Tak terhitung berapa banyak kecupan hangat ia berikan setiap harinya.
Suami mengajarkan banyak hal. Sebuah ketulusan hati, kesederhanaan, kesabaran, dan rasa-rasanya sungguh sangat menyenangkan bisa belajar sama-sama, bercanda-tawa bersama, apa saja…apa saja dilakukan, selagi bersama-sama..sungguh terasa menyenangkan.
Disaat sendiri seperti ini, kadang ku menangis. Betapa luarbiasa-nya sosok seorang suami itu. Apakah masih pantas jika istri tak juga mau berbakti pada suami?. Hmm…Aku tak perlu harus bergabung dengan komunitas istri taat suami. Toh kalau mau benar-benar melihat dari matahati, bukankah sudah jelas hak dan kewajiban suami istri dalam islam?. dan begitu mulia-nya Rasullulloh memberikan ketauladanan bagi kita semua. Tinggal bagaimana ayuh sama-sama terus belajar deh, salahsatunya bisa lewat dengerin audio kajian, kan??!.
Semoga saja, rasa sayang diantara kita menjadikan kekuatan untuk bersemangat dalam ber-taubat, memohon ampunan kepadaNYA atas segala khilaf, dan tidak menjadikan kita menjadi lupa, bahwa segala nikmat kebahagiaan ini adalah bentuk karunia ALLOH yang harusnya kita perbanyak syukur alhamdulillah dan tentunya, lebih bersemangat lagi dalam beribadah.
Mudah-mudahan engkaupun ridho wahai suamiku, atas apa yang ada dalam diriku, mungkin ada hal yang kadang membuat hatimu tak berkenan.
suamiku….
i love you…0:33
indah sekali rumah tangga yang dibangun di atas ketaatan kepadaNya, alhamdulillah..
barakallah utk keluarganya mbk..
Bacanya sambil senyum2 ^_^
*Belum nikah*
yayyaya….curhatan pribadi ismi