Saudariku muslimah,
Saat engkau berapa di kamar persalinan, maka :
- Hendaknya engkau sibukkan dirimu dengan dzikir kepada ALLOH dan memperbanyak istighfar. Memperbanyak berdzikir akan memudahkan jalan keluar dari setiap penderitaan.
- Haruslah berdoa dengan hati yang ikhlas untuk ALLOH. Jangan biarkan kesulitan, kesusahan memenjarakanmu. Pupuskanlah semua itu dengan doa-doa dan dzikir-dzikir yang bisa menjagamu dari kejahatan dan bahaya syetan. Ini adalah penjagaan untuk dirimu dan juga janinmu. Jangan biarkan rasa takut menguasai dirimu, hingga melupakanmu dari dzikir kepada ALLOH. Wal’iyadzu Billah.
- Jangan hanya bertawakkal kepada team medis dan alat-alat pembantu kedokteran yang mengelilingimu. Semuanya hanyalah sebab setelah ALLOH. Dirimu harus benar-benar bertawakkal kepada ALLOH. ALLOH berfirman :
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada ALLOH, niscaya ALLOH akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS.Ath-Thalaq:3).
- Bertawakkalah kepada NYA tanpa sedikitpun ragu akan pertolongan dan rahmat-NYA. Seluruh kemungkinan yang disiapkan untukmu dan engkau saksikan, adalah keutamaan ALLOH dan luasnya rahmat-NYA kepadamu. Tetapi, itu semua bukanlah sebab langsung yang bisa membukakan kesulitanmu.
Kekhawatiran adalah hal yang alami dalam keadaan-keadaan semacam ini. Terutama saat-saat mendebarkan menghadapi getirnya persalinan. Namun, berhati-hatilah, jangan berlebihan. Jangan timbul sesuatu yang tidak diridhoi ALLOH dan dirimu juga tidak meridhoinya. Janganlah mengharap terjadinya sikap-sikap berlebihan itu hanya karena mengucapkan kata-kata/ sikap yang kurang logis, seperti teriakan keras-keras, meraung-raung dan sejenisnya.
Dengan berdzikir kepada ALLOH hatimu akan tentram. Dirimu akan mendapatkan keluasan rasa ketenangan, sebagai ganti dari rasa takut yang memenuhi hatimu saat melahirkan.
- Saudariku… luruskanlah niatmu ketika kembali kepada ALLOH. Barangsiapa yang membenarkan ALLOH, maka ALLOH akan membenarkannya. Seorang wanita dalam keadaan melahirkan, sangat lemah, paling sulit, dan keadaan yang paling menggelisahkan baginya. Sehingga doa wanita melahirkan menjadi doa orang yang benar-benar dalam keadaan terjepit. ALLOH berfirman :
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping ALLOH ada Illah(yang lain)?. Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (QS.An-Naml:62).
- Saudariku di jalan ALLOH, dalam segala hal, seharusnya kita bertaqa kepada ALLOH, dimanapun, dan dalam keadaan apapun. Jauhilah sifat pasrah dan mudah menyerah pada sesuatu yang bertentangan dengan syariat, hanya karena alasan kondisi tubuh dan jiwamu (lagi lengah dan lemah).
- Jangan menghalalkan untukmu sesuatu yang ALLOH haramkan.
“Bertawakalah kepada ALLOH dan ketahuilah, bahwa ALLOH beserta orang-orang yang bertaqwa” (QS: Al-Baqarah:194).
“Maka, bertakwalah kamu kepada ALLOH menurut kesanggupanmu” (QS:At-Taghabun:16)
- Mengertilah saudariku, bahwasanya ALLOH berfirman :
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada ALLOH niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”(QS:Ath-Thalaq:2-3)
“Sesungguhnya, rahmat ALLOH amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS: Al-A’raf:56)
Harusnya engkau bersyukur kepada ALLOH atas nikmat agung ini. Tidaklah ALLOH menurunkan sebuah penyakit, melainkan DIA menurunkan obatnya. Keadaanmu tidaklah melemahkan ALLOH. Beragam nikmat itu dijaga dan dipelihara dengan bersyukur. ALLOH menjanjikan tambahan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur.
- Jangan jadikan akhir janjimu dengan Rabbmu adalah masa mengandung dan masa melahirkan. Dzat yang memberikan nikmat kepadamu, membukakan kesulitanmu, menyelamatkanmu, dan membahagiakanmu, mampu pula untuk mencabut nikmat-NYA.
Untuk menambah manfaat khususnya untuk si buah hati yang baru lahir, silahkan baca kitab Tuhfatul Maudud bi Ahkami Al-Maulud, karangan Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah. Semoga ALLOH menjadikan sebagai keturunan yang shalih, berguna, dan baik saat masih hidup maupun sepeninggalnya.
Intisari buku Hadiyyatuki Ba’da Al-Wilada (terj: Alhamdulillah, engkau segera jadi ibu), karangan Nurah Binti Muhammad As-Sa’id