ilk görüste ask (18/03/2011)

Tak akan ada bisikan mesra “Met Ultah/ Met Milad/ pun Heppy BirthDay” malam ini, abi sayang…

Bukan berarti diri ini tak perhatian padamu.

Bukan pula karena tak mempedulikan hari lahirmu..

ataupun melupakan sejarah kelahiranmu…

tapi…

Engkau-pun pasti tahu, kenapa diri ini begitu.

 

Kerinduan hati menanti kecupan hangat membangunkan diri di pagi nanti, Kerinduan hati saat kita terjaga sebelum waktu subuh tiba, Saat dimana kita bisa  menjauh dari peraduan empuk dan selimut halus favorit kita, Saat dimana kita terpekur tak berdaya bersimpuh mengadu, mengharap, memuji, dan memohon ampunanNya

Engkau-pun pasti merindukannya, bukan>?!.

 

Sayang…

Engkau-pun pasti mengerti, Doa bukan sekedar hanya kata terlantun indah, Doa bukan hanya saat terpisah, bukan pula saat berkeluhkesah, bukan pula hanya saat senang gempita

Dan..

Doa bukan sekedar ucapan simbol saat ada peringatan/acara-acara. Meski nyatanya diri ini ingin sekali memberikan sesuatu yang sekiranya bisa diberikan hanya untuk mu seorang.  Kado yang tak mengenal batas hari, jam, waktu dan ruang yang sementara.

 

Selalu dan akan selalu hati ini terpaut dengan sebuah nama. Tak tahu sebelumnya, dia itu siapa, darimana, dan bagaimana.

As an abstract concept, , ineffable feeling of tenderly caring,  refers to a deep

ilk görüşte aşk

(orang Turki berkata,..)


Semua sudah terencana oleh Nya sebelum kita terlahirkan ke dunia.

Sebuah nama yang tak lain dan tak bukan adalah seorang suami yang akan membawa diri ini sampai akhirat nanti.

Ingin diri ini melihat setiap waktu, senyum manis sesosok suami yang ia kagumi, ingin ia hormati, ingin ia patuhi, ingin ia senantiasa ada dan bermanja-manja padanya.

 

Semoga kita terus menata hati, meluruskan niat dengan segala pernak-pernik tangis-tawa kehidupan.

Keep istiQomah for  Iman, ilmu, dan amal…sayang. tak habis huruf merangkai kata, tak habis rangkaian doa selagi badan masih bernyawa.

 

with full love from zizely


Dari Abu Ad-Darda’  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

 

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)
Dalam riwayat lain dengan lafazh:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.”

Incoming search terms:

Leave a Reply

© Copyright zizely 2011. All Rights Reserved. Theme designed by Skechie.
More in Notes (22 of 59 articles)