Yang kebayang adalah, kalo kalah itu cenderung ada angin-angin kekecewaan dalam lubuk hati. Ya atau tidak, saya akui benar. Terbesit kekecewaan. Tapi justru dengan berpacu dengan berbagai kompetisi membuat tubuh itu serasa ada tambahan supply energi. Tentunya, bukan energi Sailormoon dengan kekuatan sinar rembulan lhoh ya,..
”Menang itu hanya kali ini, tetapi tidak untuk esok hari. karena masih ada hari esok yang isinya tetap kompetisi, perjuangan. Boleh jadi hari ini kamu menang, tapi dengan kompetisi yang sama dan kriteria yang sama, belum tentu kamu bisa menang besok”
Pagi ini udah diuber-uber abi suruh bangun pagi. Rasanya mengawali pagi memang awal perjuangan. Kebanyakan tidur ternyata membuat selimut kemalasan bersarang. Pagi dengan pencerahan dari sinar layar 15,5 inci di pojok kamar. (wow kantor ter-nyaman ya di pojok kamar). Sembari baca tulisan pak mandor tempe ini, ternyata abi juga pas ngajakin “rembug-kan”.
“Pilih mesin cuci apa server Mi?.”
Kalah telak deh 1 : 10
(nggak nyambung bangets).
***
Kemaren siang,
sempat nerocos abis-abisan soal Jepang.
“Bi… bla…bla….bala….kemudian, berakhir dengan merengek, Jepang ya bi?.”
Dasarnya wanita, nerocos berjam-jam, akhirnya juga diem usai ditanggepin, padahal ditanggepinnya cuma sepatah kata doang. .
***
”Kalau masing-masing dari kita adalah pemenang, maka tidak perlu ada yang dikejar lagi. Masalahnya kita sendiri tidak tahu di bagian mana kita menjadi pemenang. Oleh karena itu proses pencarian diri, proses pengenalan diri dan proses aktualisasi diri mutlak diperlukan untuk membentuk pribadi-pribadi pemenang”
***
Macquarie University, wait my letter. Please…
***
”Menang itu adalah sebuah proses tentang menghilangkan rasa menang diri sendiri atas orang lain. Menghilangkan rasa jumawa atas diri meskipun sudah berusaha keras melampaui orang lain.
***
Menang memang iya, tetapi tidak menganggap orang lain kalah itu harus dihilangkan. Kalau bisa harus berpikir bagaimana caranya untuk bisa memenangkan orang lain di bidangnya”
***

Saya merasa tersanjung ternyata tulisan saya yang abal-abal itu bisa nangkring di sini. Padahal tulisan saya masih memusingkan bagi sebagian orang namun ternyata bisa membuat seorang ZiZeLY menuliskan kembali di sini. Terima kasih ya atas apresiasinya.
pagi menemukan pribadi – pribadi pemenang,
salam kenal mbak, sukses slalu ..
saya baca berkali2 tulisan Pak Mandor tempe sampe bener2 NGEH….
matursuwun pak MAndor, sudah menginspirasi saya pagi ini …
assalamu’alaikum mbak..menang juga bisa mengalahkan hawa nafsu sendiri yang seringkali menghinggap…nice share mbak..salam kenal ya..
Assalammualaikum mbak

kalah belum berarti gagal.
btw salam kenal ya mbak
Jadi sebenarnya pemenang adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri kan? Memang rival yang paling sulit adalah diri sendiri. Btw, Mba Ismi, mau tukeran link dong, boleh ga?
Sebenernya… saya orang yang gak mau kalah….
hohoho..Bang Asop memang Sip Daah…:)