Ambisi Mati Kutu

Kita hidup di dunia bukan untuk mengejar

apa-apa  saja yang ada di dunia..

tetapi

kita melaksanakan ‘amalan dunia

untuk menggapai akhirat..



Salahsatu kenapa dan kenapa ketika badai ambisi besar dalam hati bergejolak hebat untuk melangkah seolah-olah kemudian ada yang coba menakar niat hati.

Terkadang pandangan ini membuat hati ingin, kadang pikiran ini pun coba mengelabui dengan berujar,

“Kalo dia mampu, terlebih aku?!.”

“Kalian bisa, aku jua..”

Terkadang pula, orang sekitar mencoba membakar kembali ambisi besarku.

“Mi, kamu punya banyak potensi, kenapa tidak ini?. Kenapa tidak itu?. ”

Dan lagi, aku terkadang hanyut dalam pujian, iming-iming goresan fatamorgana yang mereka gambarkan untukku.Tapi kemudian, rasa malu menghinggapiku. Saat ku duduk bersama kawan-kawanku di sebuah majelis ilmu. Dari mereka, aku belajar bahwa hidup di dunia bukan untuk mengejar apa-apa  saja yang ada di dunia.. tetapi kita melaksanakan ‘amalan dunia untuk menggapai akhirat..

dan lagi, ketika ingat kisah ini :

As-Sam’ani menceritakan bahwa Imam al- Baihaqi pernah tertimpa penyakit di tangannya, sehingga jari-jemarinya dipotong semua, hanya tinggal pergelangan tangan saja. Sekalipun demikian, beliau tidak berhenti dari menulis, beliau mengambil pena dengan pergelangan tangannya dan meletakkan kertas di tanah seraya memeganginya dengan kakinya, lalu menulis dengan tulisan yang indah dan jelas. Demikianlah hari-harinya, sehingga setiap hari dia dapat menulis dengan tangannya kurang lebih sepuluh lembar. “Sungguh, ini adalah pemandangan sangat menakjubkan yang pernah saya lihat darinya,” kata as-Sam’ani. (at-Tahbir fil Mu’jam Kabir 1/223)

MALU aku…(~_~)

No related content found.

Incoming search terms:

1 Comment

  1. adi on January 16th, 2011

    ya, mi memang penuh dengan potensi. tapi tidak diluar, bi lebih senang makhluk mungil yang disebut mi duduk terpekur di rumah, merambah dunia dengan jari2nya di atas keyboard. banyak yang bisa dilakukan di dalam rumah dan terkadang itu akan lebih bagus hasilnya daripada pekerjaan2 diluar rumah. sekalipun cercaan, gosip dan sebagainya menyebar. sekalipun ada orang yang menyayangkan mi tak keluar, memakai potensi yg ada tuk bla bla bal.
    sebaik2nya tempat bagi mi nanti adalah di dalam rumah.
    beberapa tokoh bahkan membuat karya besar yang merubah dunia dibalik jeruji besi. so… kenapa tidak bisa membuat karya di dalam rumah. karya yang akan merubah pemikiran saudara2nya diluar sana menjadi lebih baik.



Leave a Reply

© Copyright zizely 2011. All Rights Reserved. Theme designed by Skechie.
More in Notes (30 of 59 articles)