Memang tidak kita ingkari, kejar mengejar rezki/rejeki menjadi perhatian utama manusia. Tapi anehnya kita nyadar nggak sih kalo malah kurang mengejar yang punya rezki…?!.
Siapa sih yang punya rezki?. الله!
Well, Status sebutan orang kaya dari jaman eyang sampai jaman sekarang “dianggap” menjadi status yang paling bergensi.
Dan duit menjadi standar utama ukuran orang sukses, soo… kagak heran , kalo mati-matian ikutan ujian biar lolos dapet kerjaan meskipun harus pake sogokan. Dan…. dan kalo sudah disibukkan kerjaan dengan jalan yang kurang benar, hidupnya menjadi budak harta dan didalam mencari uang, menghalalkan segala cara.
Padahal duit dicari, materi dicari, untuk merealisasikan ibadah, tujuannya adalah akhirat. Ternyata sudah “terbalik”. Akhirat menjadi sarana, dan dunia menjadi tujuan. Walhasil, keinginan untuk mencapai kebahagiaan kandas, padahal setiap hari… doa yang dipanjatkan :
Robbana Aatina Fidyunya Hasanah, Wafil Akhiroti Hasanah, baik dunia memang tidak kita ingkari dengan materi.
Baik Akhirat dengan agama maka target semuanya itu adalah…WaQinaa adza bannar.. siapa yang sekarang meminta… Robbana Aatina Fidyunya Hasanah Wafil Akhiroti Hasanah akhirnya malah tidak selamat, sekaligus Waqina Adza bannar-nya tidak tercapai, maka tujuannya akan menjadi abu dan debu.
Sobat, ada suatu hal yang menarik yang harus kita cermati bersama-sama…hmm…bicara soal masalah mencari rejeki.
Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Al Fawaid : Tanda-tanda orang bahagia itu ada 5 cirinya :
Pertama, semakin tambah ilmu, semakin tambah tawadhu, rendah hati, (bukan rendah diri lhoh)
Kedua, semakin tambah umur, semakin hilang rasa rakus dan tamaknya
Ketiga, semakin tambah amal, semakin tambah takut kepada الله dan ini yang penting nomor 4…
Keempat, semakin tambah harta, semakin dekat dengan orang miskin
Rasullulloh mengatakan, “Carilah keridhoanku dikalangan orang-orang lemah diantara kalian. Sesungguhnya kalian ditolong oleh الله, diberikan rizki oleh الله, berkat kamu membantu orang-orang lemah diantara kalian.”
Kelima, semakin tambah tinggi jabatannya, semakin dekat dengan rakyat,
Yuukk..Intip yuk, bagaimana kehidupan Abu Bakar R.A, Beliau ini ternyata pagi-pagi setelah subuh, sebelum merawat perusahaannya, sebelum membersihkan kantornya, membersihkan rumah-rumah janda dan orang-orang jompo. Bahkan terkadang merasa ada saingan dengan Umar Bin Khatab untuk dulu-duluan “nyalipp” (paham kan ya maksudnya?)
Bigimane sekarang kita bisa duluan, nyapu rumah-rumah seperti halnya kedua sahabat Nabi tersebut?. ini hanya secuil kisah ketauladanan mereka, sehingga kenapa mereka lebih bahagia, mereka lebih menikmati hidup.
Sobat, kita tidak ingkari, kita dituntut Islam untuk hidup seimbang. Materi kita jadikan sarana kendaraan sebagai kendaraan untuk kita sampai ke akhirat. Karena pada akhirnya semua akan ditinggalkan.
Makanya Rasululloh mengatakan, anak adam mengatakan : ”hartaku…hartaku…hartaku” sebetulnya kamu tidak memiliki harta yang hakiki, kecuali yang kamu makan suatu ketika akan menjadi kotoran, dan yang kamu pakai suatu ketika akan lecek” dan yang kamu shodaqohkan akan menjadi simpenan di akhirat.
Sobat, Perumpamaan harta yang halal, dan harta yang haram itu persis seperti Babi dan Sapi. Babi sekali lahir itu 12 ekorrr!, Nah, sedangkan si sapi sekali melahirkan satu tahun aja cuma 1 ekor (kemungkinan kembar identik disebabkan perkawinan genetik, ya sudah kita liat kacamata pada umumnya aja ya…..?!).
Tapi liat, kalo kita membuat teori perkembangbiakan, maka makhluk hidup itu sama-sama diciptakan oleh الله satu waktu.
Nah, maksud saya itu si babi, kambing, kucing, sapi eittss…termasuk kuca-kuci (kura-kura kesayangan saya) kan masuk dalam dimensi satu waktu semua. LOGIKA-nya, ciee…. hehe… (Pengaruh kuliah Algoritma Pemrogramaan ini kayaknya…kyaaa )… Logikanya gini nih :
Harusnya nih, kalo si Babi itu tadi ber-anak lahirin 12 ekor, dan si Sapi itu juga beranak, maka lahirin 1 ekor. Jadi perbandingannya kan jadi 12:1, Teruusss… coba jawab, banyakan mana jumlah ekornya?.
Banyak jumlah babi-nya. Oke, Anda benar!.
Tapi ALLOHUAKBAR, yang dikatakan oleh Rasululloh itu Benar. “Adapun yang buih, akan begitu saja lemah, lenyap, adapun yang manfaat buat manusia akan tetap bertahan di muka bumi.”
Soo… masih ada kelanjutan yang lebih seru lagi.)*To be continued, sudah jam 11 malam….hikss..
