Sepenggal Surat Untuk Suamiku..(kelak)

السلام عليكم . بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم,

Bulan Syawal 1431H ini beberapa kawan telah menunaikan sunnah yang telah Rasullulloh teladankan. Ya… Menikah. Ada beberapa undangan yang tidak bisa saya hadiri, oleh karena beberapa kondisi. Mohon Maaf kawan…Namun doa nan terlantun :

Barakallahulaka barakallahu'alaika Wajama'a bainakuma fii khairin

Dan diantara jeda lamunan pagi, saya torehkan dalam blog ini untaian sepenggal surat untuk suami saya (kelak). ALLOHUA’LAM ntah siapapun nanti beliau, adalah pasti SESEORANG YANG TERBAIK yang ALLOH anugerahkan. (jadi bukan terbaik menurut obyektif manusia).

Ingat, apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama maka…sejauh apapun mereka, sebanyak apapun rintangan yang menghalangi, sebesar apapun beda diantara mereka, sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya, meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya, meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya, meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…(toh bertemu disaat yang nggak disangka2, tak terduga ) .

PASTI tetap saja mereka akan bersatu, seakan ada magnet yang menarik mereka, akan ada hal yang datang…untuk menyatukan mereka berdua….akan ada suatu kejadian…yang membuat mereka saling mendekat…dan akhirnya bersatu… (simak kelanjutan disini)

Padamu yang ALLOH pilihkan dalam hidupku,

Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku, Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan. Maka, ketika Dia memilihmu untukku, maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dengan keberadaanmu…

Dan aku tahu, kau pun bukanlah laki-laki yang sempurna, dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu. Karena kelak kita akan satu, Aibmu adalah Aibku, dan indahmu adalah indahku. Kau dan aku akan menjadi “KITA”.

Namun, tataplah mataku, tersenyumlah. Tenangkan aku dalam genggaman tanganmu, dan nasehatilah aku dengan bijak dan hikmah. Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu. Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku.

Padamu yang ALLOH tetapkan sebagai atap hunianku,

Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan, maka di mataku kau adalah yang terindah, kata-katamu adalah titah untukku, selama tak bermaksiat pada ALLOH, akan aku penuhi semua perintahmu. Maka kalau kau berkenan ku meminta, jadilah hunian yang indah, yang kokoh, yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman didalamnya.

Padamu yang ALLOH pilih menjadi penopang hidupku,

Dalam istana kecil kita, akan hadir buah-buah hati kita, maka marilah kita bergandengan mendidik mereka menjadi generasi yang dirindukan surga. Yang pundaknya akan diisi dengan amanah-amanah dakwah, yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad, yang darahnya mengalir darah syuhada.

Dan ku yakin, dari tanganmu yang penuh berkah, kau mampu membentuk mereka. Dengan hatimu yang penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka, dan aku akan selalu jatuhcinta padamu.

Padamu yang ALLOH pilih sebagai imamku,

Ku memohon kepadamu, Ridho-lah padaku, Sungguh Ridhomu adalah Ridho Rabbi Izzati, mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya, karena bagiku kau adalah kunci surgaku.

Incoming search terms:

3 Comments

  1. ummu harits on November 13th, 2010

    mhh… semoga Alloh mempertemukan anti dengan sang lelaki pujaan hati ^^. Ketika Alloh menghendaki kita bertemu jodoh qt, kita menolaaak sekuat apapun dia pasti ditemukan dengn qt. Alloh tahu yang terbaik utk diri kita (senyum manis…)

  2. ismi on November 14th, 2010

    (~_*)…Amiien. Syukron Ummi. .( tersipu manis )

  3. adi handoko on February 16th, 2011

    amin..moga ade ismi nurjanah segera mendapatkan pendamping yang sholeh



Leave a Reply

© Copyright zizely 2010. All Rights Reserved. Theme designed by Skechie.
More in Personal (63 of 73 articles)