Penasaran, awalnya. Ketagihan, akhirnya

السلام عليكم . بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kapankah manusia mulai “menikmati” dosa?.

Okey, setiap dari kita punya pengalaman yang berbeda, dari faktor waktu, pemicu, ataupun jenis dosa yang kemudian ada beberapa yang melilit, jadi kebiasaan dalam kehidupannya padahal sebenernya menjerumuskan.

Tak hanya orang yang belum tahu aturan, dosa tak jarang dilakukan oleh orang yang sudah mengerti hukum, termasuk paham perkara-perkara yang dilarang dalam agama. Seperti minum air laut, makin banyak minum akan terasa semakin haus. Berawal dari mencoba, kala dorongan hasrat semakin kuat, akal semakin melemah, sementara berbagai alasan, alibi yang dianggap masuk akal, dalih telah disiapkan. Sensor keraguanpun ditepisnya.

Mulailah seseorang untuk mencoba, mungkin tidak sama seperti yang dibayangkan sebelumnya, tapi ini membuat semakin penasaran, kemudian kedua kalinya dilakukan untuk menyakinkan. Ketika rasa yang diharapkan ia dapatkan, maka akan menjadi tergila-gila kemudian ketagihan untuk mengulanginya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah menuturkan, “Ketahuilah bahwa balasan itu berbanding lurus dengan perbuatan. Hati yang telah terpaut, dengan sesuatu yang haram, setiap kali dia berhasrat untuk meninggalkan dan keluar darinya, begitu pula dengan balasan baginya di barzakh maupun di akhirat

Mengutip kaidah populer di kalangan ulama , “Sesungguhnya, diantara hukuman bagi keburukan adalah lahirnya keburukan berikutnya”.

Ketika dosa semakin kuat mencengkeram, maka tak merasa salah ketika kewajiban diterlantarkan, satu langkah setan diikuti lagi, semakin sulit untuk lepas, menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, dan kemudian…..

(to be continued …..)

Leave a Reply

© Copyright zizely 2010. All Rights Reserved. Theme designed by Skechie.
More in Notes (52 of 59 articles)