السلام عليكم . بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kebaikan manusia akan nampak dari banyaknya ilmu. Diantara satu hal membahagiakan adalah duduk di majelis ilmu. Agama islam adalah agama ilmu.
“Belajar ilmu Agama itu berawal di Dunia, dan akhirnya untuk Akhirat”.
Ketahuilah seagung-agung semulia-mulianya nikmat ALLOH adalah Islam, kemudian ilmu yang bermanfaat. Ilmu harus di dasari iman. ALLOH akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman.Keutamaan Ilmu agama :
- mengangkat derajat dan menurunkan syubhat (kerancuan)
- melemahkan syahwat
- mengantarkan kepada ALLOH (membersihkan hati manusia)
Kewajiban kita sebagai seorang muslimah adalah meminta kepada ALLOH untuk diberikan tambahan ilmu, tak perlu memandang umur, pangkat, gengsi, rasa malu, dll. Teruslah menuntut ilmu selalu, tak layak kita merasa cukup dengan ilmu yang ada sekarang.
Kedudukan ilmu agama :
Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tak mengetahui ??..
hal itu sebagai bukti dan mendorong kita untuk belajar ilmu agama. Kalau kita membuka hadist, Barangsiapa yang ALLOH menghendaki kebaikan, maka diberikan kefahaman dalam ilmu agama.
Bukti bahwa ALLOH menghendaki kebaikan maka orang tersebut, barangsiapa menempuh jalan untuk meniti jalan ilmu, maka akan dimudahkan jalannya ke surga. Sesungguhnya para malaikat, mereka meletakkan sayap-sayap mereka sebagai tanda ridho, ALLOH mencintai para penuntut ilmu.
Keutamaan Seorang Penuntut Ilmu Agama
Tahukah kamu… ikan di lautan, semut yang ada di lubangnya, dan para penduduk langit dan bumi mendoakan, memintakan ampun kepada ALLOH untuk para alim/ulama dan penuntut ilmu agama.
Semua binatang, mereka memuliakan para alim ulama. Tidak diperbolehkan kita memperolok mereka. Hewan saja memuliakan para ulama, kalau kita mau jadi ahlul sunnah, maka kita hormati para alim ulama. Seperti keutamaan rembulan di bandingkan bintang-bintang, itulah para ulama.
Belajar ilmu agama adalah mulia maka niatkan secara mulia (mencari ridho ALLOH). Karena suatu amal itu tergantung niat. Barangsiapa yang hijrohnya karena ALLOH maka dia lah yang beruntung.
Ada golongan yang akan masuk neraka ”lebih awal” yaitu, seorang alim yang belajar ilmu agama namun niatnya bukan ikhlas karena ALLOH. Barangsiapa yang belajar ilmu syar’i tapi niatnya tidak ikhlas lillahita’ala maka ia tidak akan mencium bau surga. Padahal jarak terciumnya aroma surga itu sejauh perjalanan 40 tahun lamanya.
Seorang yang belajar ilmu agama harus nampak dalam dirinya. Betul-betul harus terpengaruh dengan ilmu yang ia pelajari. Contoh : ia mendengarkan dalil-dalil tentang menghormati orang tua (birulwalidain) maka akan celaka jika ia tidak mengamalkan.
Kebaikan itu hanya ada pada ilmu dan amal. Akan ditanya semua ilmu yang dipelajari. Gambaran azab ALLOH, di neraka ada seorang yang mulutnya digunting. Siapakah itu?. Mereka adalah ahli khotib yang mengucapkan namun tidak mengamalkan. Kunci penuntut ilmu agama : Hati, Konsentrasi, Kesabaran, dan Mendakwahkan.
Berapa banyak orang yang duduk di masjid, badan ada di disana, namun pikirannya kemana-mana?.
Hati ditancapkan, hadirkan hati, pakai telinga untuk benar-benar mendengarkan, harus konsisten mendengarkan, sabar meskipun menempuh perjalanan jauh, ulangi materi. Mendakwahkan ilmu, itulah zakatnya ilmu. Tanpa kesabaran, ia tak akan mendapatkan ilmu.